Banyak seller online mulai mengeluhkan besarnya potongan marketplace yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Mulai dari biaya admin, biaya layanan, iklan marketplace, gratis ongkir, hingga berbagai promo campaign membuat total potongan yang diterima seller bisa mencapai angka yang cukup besar.
Akibatnya banyak bisnis mulai merasa order memang ramai, tetapi profit bersih yang diterima justru semakin kecil.
Kenapa Potongan Marketplace Bisa Sangat Besar?
Marketplace memiliki berbagai program untuk meningkatkan transaksi dan pengalaman customer.
Namun dalam praktiknya, seller sering kali harus ikut menanggung berbagai biaya seperti:
- biaya admin,
- biaya layanan,
- voucher promo,
- gratis ongkir,
- biaya iklan,
- cashback campaign,
- hingga risiko retur barang.
Jika dijumlahkan, total potongan tersebut bisa cukup signifikan terutama untuk bisnis dengan margin tipis.
Baca juga: Jasa Pembuatan Website Cepat dengan Integrasi AI dan Ekspedisi Otomatis
Banyak Seller Fokus Omzet, Tapi Lupa Margin Profit
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah hanya fokus pada omzet penjualan.
Padahal yang paling penting dalam bisnis adalah keuntungan bersih yang benar-benar diterima.
Karena itu banyak seller mulai menyadari bahwa:
- order ramai,
- toko terlihat sibuk,
- tetapi profit belum tentu sehat.
Seller Mulai Bangun Aset Digital Sendiri
Marketplace tetap bagus untuk traffic, tetapi website membantu bisnis menjaga branding dan margin profit lebih stabil dalam jangka panjang.
✅ Website Ecommerce Profesional
✅ Branding & CMS Support
✅ Sistem Pembayaran Bertahap
✅ Mulai 3 Jutaan/Bulan
Pelajari layanan ecommerce development melalui Jangkar Ecommerce Development.
Marketplace Tetap Bagus, Tapi Jangan Jadi Satu-Satunya Andalan
Marketplace tetap menjadi channel yang sangat bagus untuk mencari traffic dan customer baru.
Namun jika bisnis hanya bergantung pada marketplace, risiko terhadap perubahan fee dan algoritma akan semakin besar.
Karena itu banyak bisnis mulai membangun:
- website ecommerce sendiri,
- database customer,
- branding bisnis,
- dan repeat order di luar marketplace.
Baca juga: Apakah Jualan di Marketplace Masih Menguntungkan di Tahun 2026?
Website Membantu Bisnis Menjaga Profit Lebih Stabil
Dengan memiliki website sendiri, bisnis memiliki kontrol lebih besar terhadap:
- strategi pemasaran,
- customer,
- tampilan brand,
- dan margin keuntungan.
Website juga membantu bisnis terlihat lebih profesional dan terpercaya di mata customer.
Baca juga: Kenapa Repeat Order Lebih Mudah Didapat Lewat Website Dibanding Marketplace?
Kesimpulan
Potongan marketplace yang semakin besar menjadi tantangan baru bagi banyak seller online.
Marketplace tetap efektif untuk mendapatkan traffic dan customer baru. Namun bisnis juga perlu mulai membangun aset digital sendiri agar lebih stabil dalam jangka panjang.
Dengan memiliki website ecommerce sendiri, bisnis dapat mulai membangun branding, menjaga margin profit, dan memiliki hubungan langsung dengan customer secara lebih profesional.
Mulai Bangun Website Ecommerce untuk Bisnis Anda
Kini banyak bisnis mulai membangun website ecommerce sendiri untuk menjaga branding, meningkatkan repeat order, dan mengurangi ketergantungan pada marketplace.
✔️ Website & aset digital menjadi milik penuh klien setelah kontrak selesai
✔️ Sistem pengerjaan fleksibel sesuai kebutuhan bisnis
✔️ Bisa cicilan hingga 12 bulan
Pelajari solusi ecommerce untuk bisnis modern melalui Jangkar Ecommerce Development.

Baca juga: Punya Website Ecommerce Mulai 3 Jutaan/Bulan? Sekarang Bisa Dicicil untuk Bisnis Online



