Customer Marketplace Tidak Loyal? Ini Alasan Banyak Brand Mulai Membangun Website Sendiri

Customer Marketplace Tidak Loyal? Ini Alasan Banyak Brand Mulai Membangun Website Sendiri

Banyak bisnis merasa penjualannya sudah aman karena toko mereka ramai di marketplace.

Order masuk setiap hari.

Produk terus terjual.

Angka penjualan terlihat bagus.

Namun ada satu pertanyaan yang jarang dipikirkan:

Apakah customer tersebut benar-benar loyal kepada bisnis Anda, atau sebenarnya loyal kepada marketplace?

Pertanyaan ini penting karena banyak seller baru menyadarinya ketika penjualan mulai menurun, biaya iklan meningkat, atau customer tiba-tiba berpindah ke toko lain yang menawarkan harga lebih murah.

Padahal produk yang dijual hampir sama.

Pelayanannya pun tidak jauh berbeda.

Lalu kenapa customer begitu mudah berpindah?

Jawabannya sederhana.

Di marketplace, customer biasanya datang karena platformnya, bukan karena brand Anda.

Inilah alasan mengapa semakin banyak bisnis mulai membangun website sendiri sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Di Marketplace, Customer Datang Karena Platform

Coba perhatikan bagaimana orang berbelanja di marketplace.

Biasanya mereka:

  • mencari produk,
  • membandingkan harga,
  • membaca review,
  • lalu checkout.

Keesokan harinya?

Mereka mungkin kembali membeli produk yang sama.

Namun belum tentu membeli dari toko Anda.

Karena di marketplace, kompetitor hanya berjarak:

  • satu scroll,
  • satu klik,
  • atau satu banner promo.

Bahkan ketika customer puas dengan produk Anda, mereka tetap bisa berpindah ke toko lain hanya karena menemukan:

  • harga sedikit lebih murah,
  • promo tambahan,
  • gratis ongkir,
  • atau voucher yang lebih besar.

Bukan berarti produk Anda jelek.

Namun memang seperti itulah cara marketplace bekerja.

Platform dirancang untuk memberikan banyak pilihan kepada pembeli.

Akibatnya, loyalitas terhadap brand menjadi lebih sulit dibangun.

Customer Sering Mengingat Marketplace, Bukan Nama Toko

Pernah mendengar kalimat seperti ini?

“Aku beli di Shopee.”

“Aku beli di Tokopedia.”

Jarang sekali orang berkata:

“Aku beli di toko A.”

“Aku beli di brand B.”

Tanpa disadari, yang paling diingat customer sering kali adalah platformnya.

Padahal:

  • Anda yang membuat konten,
  • Anda yang menjalankan iklan,
  • Anda yang membangun kepercayaan,
  • Anda yang melayani customer.

Namun hubungan yang terbentuk justru lebih kuat dengan marketplace.

Inilah yang membuat banyak seller kesulitan membangun pelanggan loyal dalam jangka panjang.

Persaingan Harga Membuat Customer Mudah Berpindah

Salah satu tantangan terbesar di marketplace adalah perang harga.

Customer dapat membandingkan puluhan produk dalam hitungan detik.

Mereka bisa melihat:

  • harga,
  • promo,
  • voucher,
  • biaya pengiriman,
  • rating toko.

Akibatnya, keputusan pembelian sering kali ditentukan oleh faktor harga.

Bukan karena customer sudah percaya dengan brand Anda.

Jika ada toko lain yang menawarkan harga sedikit lebih murah, customer dapat berpindah kapan saja.

Dalam kondisi seperti ini, menjaga loyalitas menjadi jauh lebih sulit.

Repeat Order Menjadi Sulit Dikendalika

Setiap bisnis tentu ingin memiliki customer yang kembali membeli.

Karena mencari customer baru biasanya membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding mempertahankan customer lama.

Namun di marketplace, repeat order tidak sepenuhnya berada di tangan seller.

Customer yang pernah membeli dari Anda masih bisa:

  • melihat iklan toko lain,
  • menerima rekomendasi produk kompetitor,
  • mendapatkan voucher baru,
  • menemukan promo yang lebih menarik.

Artinya, Anda tidak memiliki kontrol penuh terhadap perjalanan customer setelah transaksi pertama.

Karena itu banyak seller merasa:

order ramai, tetapi customer yang benar-benar loyal jumlahnya tidak banyak.

Baca juga: Repeat Order Website: 7 Alasan Customer Lebih Mudah Kembali Membeli

Website Membantu Customer Mengenal Brand Anda

Berbeda dengan marketplace, website memungkinkan customer berinteraksi langsung dengan brand Anda.

Mereka datang bukan karena algoritma marketplace.

Mereka datang karena memang mencari:

  • bisnis Anda,
  • produk Anda,
  • layanan Anda,
  • atau informasi yang Anda sediakan.

Di website, perhatian customer tidak terpecah oleh:

  • toko sebelah,
  • produk kompetitor,
  • banner promosi lain.

Fokus pengunjung sepenuhnya tertuju pada brand Anda.

Hal ini membuat peluang membangun hubungan jangka panjang menjadi jauh lebih besar.

Website Membantu Membangun Kepercayaan Lebih Cepat

Website memberikan ruang yang lebih luas untuk menunjukkan identitas brand.

Anda dapat menampilkan:

  • cerita bisnis,
  • profil perusahaan,
  • portofolio,
  • testimoni,
  • sertifikasi,
  • media yang pernah meliput,
  • hingga pencapaian bisnis.

Semua elemen tersebut membantu meningkatkan kredibilitas.

Customer pun lebih mudah mengenal dan mengingat brand Anda.

Semakin sering customer berinteraksi dengan brand, semakin besar peluang mereka untuk kembali membeli.

Website Membantu Mengumpulkan Data Customer Sendiri

Salah satu aset terbesar dalam bisnis modern adalah data customer.

Melalui website, bisnis dapat mulai membangun:

  • database pelanggan,
  • email list,
  • nomor WhatsApp,
  • riwayat pembelian,
  • data perilaku pengunjung.

Data ini sangat berharga karena dapat digunakan untuk:

  • promosi ulang,
  • program loyalitas,
  • remarketing,
  • meningkatkan repeat order.

Berbeda dengan marketplace, data tersebut benar-benar menjadi aset milik bisnis Anda sendiri.

Repeat Order Lebih Mudah Dibangun Melalui Website

Ketika customer sudah mengenal brand Anda, peluang repeat order biasanya meningkat.

Misalnya:

Customer membeli produk melalui website.

Beberapa minggu kemudian, Anda dapat:

  • mengirim email promo,
  • mengirim penawaran melalui WhatsApp,
  • menawarkan produk pelengkap,
  • memberikan program loyalitas.

Semua aktivitas tersebut membantu menjaga hubungan dengan customer.

Inilah yang membuat website menjadi fondasi penting dalam membangun pelanggan setia.

Marketplace Tetap Penting, Tapi Jangan Jadi Satu-Satunya Rumah Bisnis

Bukan berarti marketplace harus ditinggalkan.

Marketplace tetap sangat berguna untuk:

  • mendapatkan traffic baru,
  • menjangkau pasar lebih luas,
  • memperoleh customer pertama.

Namun website memiliki peran yang berbeda.

Website membantu bisnis:

  • membangun brand,
  • mengumpulkan database customer,
  • meningkatkan repeat order,
  • membangun aset digital jangka panjang.

Karena itu, semakin banyak brand mulai menjalankan kedua channel secara bersamaan.

Marketplace digunakan untuk mendapatkan pelanggan baru.

Website digunakan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan tersebut.

Baca juga: Cara Lepas dari Ketergantungan Marketplace: Panduan Lengkap untuk Brand Indonesia

Strategi Terbaik: Marketplace untuk Akuisisi, Website untuk Loyalitas

Banyak brand yang bertumbuh saat ini tidak memilih salah satu.

Mereka menggunakan keduanya secara strategis.

Marketplace:

  • Mendatangkan traffic baru
  • Menjangkau customer baru
  • Meningkatkan awareness

Website:

  • Membangun branding
  • Mengumpulkan database customer
  • Meningkatkan repeat order
  • Menjaga hubungan jangka panjang
  • Membangun aset digital sendiri

Dengan strategi seperti ini, bisnis tidak hanya fokus pada penjualan hari ini, tetapi juga mempersiapkan pertumbuhan di masa depan.

Kesimpulan

Marketplace membantu bisnis mendapatkan penjualan dengan lebih cepat.

Namun loyalitas customer di marketplace sering kali lebih kuat terhadap platform dibanding brand.

Karena itu banyak seller mulai membangun website sendiri.

Website membantu bisnis:

  • lebih dikenal,
  • lebih dipercaya,
  • lebih mudah membangun repeat order,
  • dan memiliki hubungan langsung dengan customer.

Marketplace membantu Anda jualan.

Tetapi website membantu Anda membangun bisnis.

Dan bisnis yang kuat bukan hanya yang ramai hari ini, tetapi yang memiliki pelanggan yang kembali lagi di kemudian hari.

Mulai Bangun Aset Digital yang Benar-Benar Milik Bisnis Anda

Website bukan berarti meninggalkan marketplace. Justru website membantu bisnis memiliki jalur penjualan yang lebih stabil dan membangun hubungan langsung dengan customer.

Pelajari bagaimana website ecommerce dapat membantu pertumbuhan bisnis Anda melalui halaman Jangkar Ecommerce Development.

Ingin mengetahui potensi efisiensi biaya jika bisnis mulai memiliki channel sendiri? Coba gunakan Kalkulator Efisiensi Biaya Marketplace dari Jangkar.

Atau jika masih bingung harus mulai dari mana, konsultasikan kebutuhan digital bisnis Anda bersama tim Jangkar Digital melalui WhatsApp secara gratis.

Baca juga: Website Siap Iklan: 7 Elemen yang Wajib Dimiliki Sebelum Menambah Budget Ads

FAQ

Ya. Website membantu bisnis membangun kredibilitas, menjangkau pelanggan melalui Google, dan memiliki aset digital sendiri yang tidak bergantung pada marketplace atau media sosial.

Marketplace membantu mendapatkan traffic, tetapi website memberikan kontrol penuh terhadap branding, data pelanggan, strategi pemasaran, dan pengalaman belanja pelanggan.

Bisa. Website ecommerce modern dapat terintegrasi dengan berbagai payment gateway sehingga pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah dan aman.

Website dapat menjadi channel penjualan tambahan yang bekerja 24 jam, membantu calon pelanggan menemukan bisnis Anda melalui Google, dan mempermudah proses repeat order.

Bisa. Dengan optimasi SEO yang tepat dan konten yang relevan, website berpotensi mendapatkan traffic organik dari Google secara berkelanjutan.

Tidak. Website modern umumnya menggunakan CMS yang mudah digunakan sehingga pemilik bisnis dapat mengelola produk, artikel, dan konten tanpa harus memahami coding.

Durasi pengerjaan bergantung pada kebutuhan dan kompleksitas fitur yang dibutuhkan. Semakin lengkap fitur yang diinginkan, biasanya semakin panjang proses pengembangannya.

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Marketplace cocok untuk mendapatkan pelanggan baru, sedangkan website membantu membangun branding, repeat order, dan aset digital jangka panjang.

Ya. Salah satu keuntungan memiliki website sendiri adalah bisnis dapat membangun database pelanggan yang dapat digunakan untuk strategi pemasaran dan pengembangan bisnis ke depan.

Ya. Website dan aset digital merupakan investasi jangka panjang yang sebaiknya menjadi milik penuh bisnis agar dapat terus digunakan dan dikembangkan tanpa bergantung pada pihak lain.

website

Thank you for reading!

Ingin memiliki website profesional yang siap mendukung pertumbuhan bisnis Anda?
Diskusikan kebutuhan Anda bersama tim kami.