Banyak bisnis online fokus mencari pelanggan baru setiap hari. Padahal dalam jangka panjang, repeat order sering kali menjadi faktor yang lebih menentukan kesehatan bisnis dibanding sekadar jumlah pelanggan baru.
Semakin sering pelanggan kembali membeli, semakin rendah biaya pemasaran yang dibutuhkan untuk menghasilkan penjualan. Karena itu banyak brand besar tidak hanya fokus pada akuisisi customer, tetapi juga membangun sistem agar pelanggan mau kembali membeli berkali-kali.
Di sinilah perbedaan antara marketplace dan website mulai terlihat.
Marketplace sangat efektif untuk mendapatkan traffic dan pelanggan baru. Namun ketika berbicara tentang loyalitas pelanggan dan repeat order, website biasanya memberikan kontrol yang jauh lebih besar kepada bisnis.
Lalu kenapa repeat order lebih mudah dibangun melalui website dibanding marketplace?
Kenapa Repeat Order Penting untuk Pertumbuhan Bisnis?
Repeat order adalah pembelian yang dilakukan kembali oleh pelanggan yang sudah pernah membeli sebelumnya.
Semakin tinggi repeat order, semakin sehat bisnis tersebut.
Beberapa manfaat repeat order antara lain:
- Biaya akuisisi pelanggan lebih rendah.
- Profit lebih stabil.
- Ketergantungan terhadap iklan berkurang.
- Hubungan dengan pelanggan lebih kuat.
- Pertumbuhan bisnis lebih berkelanjutan.
Karena itu banyak brand mulai mengukur customer lifetime value (CLV), bukan hanya jumlah transaksi pertama.
Tantangan Mendapatkan Repeat Order di Marketplace
Marketplace memang membantu bisnis mendapatkan pelanggan baru dengan cepat.
Namun ada beberapa tantangan yang membuat repeat order lebih sulit dibangun.
Customer Loyal kepada Platform, Bukan kepada Brand
Ketika pelanggan berbelanja di marketplace, mereka biasanya lebih mengingat platform dibanding nama toko.
Pelanggan datang ke Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop untuk mencari produk terbaik, bukan untuk mencari brand tertentu.
Akibatnya:
- pelanggan mudah berpindah toko,
- kompetitor mudah muncul berdampingan,
- loyalitas terhadap brand menjadi lebih rendah.
Perang Harga Sulit Dihindari
Marketplace memudahkan pelanggan membandingkan harga dalam hitungan detik.
Jika ada produk yang terlihat mirip dengan harga lebih murah, pelanggan sering kali berpindah tanpa mempertimbangkan hubungan jangka panjang dengan brand.
Inilah yang membuat banyak seller terjebak dalam perang harga.
Sulit Mengumpulkan Data Customer
Salah satu aset terbesar dalam bisnis modern adalah data pelanggan.
Namun di marketplace, akses terhadap data pelanggan sangat terbatas.
Bisnis tidak memiliki kebebasan untuk:
- membangun email marketing,
- membuat loyalty program,
- menjalankan strategi retargeting secara penuh,
- atau membangun komunikasi jangka panjang secara langsung.
Akibatnya peluang repeat order menjadi lebih terbatas.
Baca juga: Biaya Komisi Marketplace Indonesia 2026: Shopee, Tokopedia, Lazada & TikTok Shop [Data Lengkap]
7 Alasan Repeat Order Lebih Mudah Didapat Lewat Website
1. Database Customer Menjadi Milik Bisnis
Website memungkinkan bisnis memiliki data pelanggan sendiri.
Mulai dari:
- nama,
- email,
- nomor WhatsApp,
- hingga riwayat pembelian.
Data ini dapat digunakan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
2. WhatsApp Marketing Lebih Efektif
Setelah pelanggan melakukan pembelian, bisnis dapat memberikan:
- informasi promo,
- update produk baru,
- reminder pembelian ulang,
- hingga layanan pelanggan yang lebih personal.
Komunikasi yang lebih dekat membantu meningkatkan peluang repeat order.
3. Email Marketing Bisa Berjalan Otomatis
Email marketing masih menjadi salah satu channel dengan ROI tertinggi dalam dunia ecommerce.
Melalui website, bisnis dapat mengirim:
- email follow-up,
- promo khusus pelanggan lama,
- rekomendasi produk,
- dan program loyalitas.
Semua dapat berjalan secara otomatis.
4. Program Membership Lebih Mudah Dibangun
Website memungkinkan bisnis membuat:
- member area,
- sistem poin,
- reward pelanggan,
- diskon khusus member,
- hingga program referral.
Fitur-fitur ini membantu pelanggan memiliki alasan untuk kembali membeli.
5. Pengalaman Belanja Lebih Konsisten
Di marketplace, tampilan toko sangat bergantung pada aturan platform.
Sementara melalui website, brand dapat mengontrol pengalaman pelanggan secara penuh.
Mulai dari desain, navigasi, hingga proses checkout dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
6. Branding Menjadi Lebih Kuat
Customer cenderung kembali membeli dari brand yang mereka percaya.
Website membantu membangun:
- kredibilitas,
- profesionalitas,
- dan identitas brand yang lebih kuat.
Ketika pelanggan mengingat brand, peluang repeat order biasanya ikut meningkat.
7. Tidak Bersaing Langsung dengan Kompetitor di Halaman yang Sama
Di marketplace, produk kompetitor selalu berada beberapa klik dari toko Anda.
Sedangkan di website, fokus pelanggan sepenuhnya berada pada brand Anda.
Hal ini membantu meningkatkan kemungkinan pembelian ulang tanpa terdistraksi oleh pesaing.
Marketplace vs Website untuk Repeat Order
| Faktor | Marketplace | Website |
|---|---|---|
| Data Customer | Terbatas | Milik Brand |
| WhatsApp Marketing | Terbatas | Bisa |
| Email Marketing | Tidak Bebas | Bisa |
| Loyalty Program | Terbatas | Fleksibel |
| Branding | Terbatas | Penuh |
| Repeat Order | Sedang | Tinggi |
Tabel di atas menunjukkan mengapa banyak brand mulai membangun website sebagai channel tambahan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.
Baca juga: Potongan Marketplace Bisa Sampai 20–30%, Seller Masih Untung? (2026)
Studi Kasus Sederhana
Bayangkan ada dua bisnis dengan omzet yang sama.
Bisnis pertama hanya mengandalkan marketplace.
Bisnis kedua memiliki marketplace dan website.
Ketika pelanggan melakukan pembelian pertama melalui marketplace, bisnis kedua mulai mengarahkan pelanggan ke website melalui:
- kemasan produk,
- QR code,
- program member,
- dan promo khusus pelanggan lama.
Dalam jangka panjang, bisnis kedua memiliki peluang lebih besar untuk membangun database pelanggan dan meningkatkan repeat order.
Strategi Terbaik: Marketplace dan Website Berjalan Bersama
Kesalahan terbesar adalah menganggap website harus menggantikan marketplace.
Faktanya, banyak brand modern menggunakan keduanya secara bersamaan.
Marketplace digunakan untuk:
- mendapatkan pelanggan baru,
- meningkatkan visibilitas produk,
- dan mempercepat penjualan.
Website digunakan untuk:
- membangun loyalitas,
- meningkatkan repeat order,
- mengumpulkan database pelanggan,
- dan memperkuat branding.
Kombinasi inilah yang membuat pertumbuhan bisnis lebih stabil.
Kesimpulan
Repeat order menjadi salah satu fondasi terpenting dalam pertumbuhan bisnis online jangka panjang.
Marketplace sangat efektif untuk mendapatkan pelanggan baru. Namun ketika berbicara tentang loyalitas pelanggan dan hubungan jangka panjang, website memberikan kontrol yang jauh lebih besar kepada bisnis.
Dengan memiliki website sendiri, bisnis dapat membangun database pelanggan, menjalankan strategi pemasaran yang lebih personal, dan meningkatkan peluang repeat order secara lebih konsisten.
Karena itu semakin banyak brand mulai menggabungkan marketplace dan website sebagai strategi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Mulai Bangun Website Ecommerce untuk Bisnis Anda
Banyak bisnis mulai membangun website sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada marketplace, memperkuat branding, dan memiliki aset digital jangka panjang.
✔️ Website & aset digital menjadi milik penuh klien setelah kontrak selesai
✔️ Mendukung integrasi payment gateway dan logistik
✔️ CMS mudah dikelola tanpa perlu memahami coding
Pelajari solusi ecommerce untuk bisnis Anda melalui halaman layanan Jangkar.
Baca juga: Cara Lepas dari Ketergantungan Marketplace: Panduan Lengkap untuk Brand Indonesia

![Biaya Komisi Marketplace Indonesia 2026: Shopee, Tokopedia, Lazada & TikTok Shop [Data Lengkap]](https://jangkar.io/wp-content/uploads/2026/06/JTI-1.webp)

