Marketplace masih menjadi salah satu channel penjualan utama bagi bisnis online di Indonesia. Dengan jutaan pengguna aktif setiap hari, platform seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop membantu seller mendapatkan pelanggan tanpa harus membangun traffic dari nol.
Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat berbagai biaya yang perlu diperhitungkan. Banyak seller hanya fokus pada omzet, tetapi tidak benar-benar menghitung berapa besar potongan yang dibayarkan kepada marketplace setiap bulan.
Padahal biaya marketplace tidak hanya terdiri dari komisi penjualan. Ada biaya layanan, biaya transaksi, program promosi, biaya logistik tambahan, hingga biaya iklan yang secara langsung memengaruhi margin keuntungan bisnis.
Akibatnya, omzet yang terlihat besar belum tentu menghasilkan profit yang optimal.
Memahami struktur biaya marketplace menjadi penting agar Anda dapat menentukan strategi harga, mengelola margin dengan lebih baik, dan menghitung efisiensi bisnis secara lebih akurat. Artikel ini merangkum biaya seller terbaru di Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop berdasarkan data yang berlaku pada 2026.
Tabel Perbandingan Komisi Marketplace 2026
Berikut ringkasan biaya yang umumnya dibayarkan seller pada masing-masing marketplace.
| Marketplace | Komisi Dasar | Biaya Tambahan | Total Potongan Umum |
|---|---|---|---|
| Shopee | 4,25% – 10% | Handling Fee, Promo, PO | 15% – 25% |
| Tokopedia | 6,97% – 10% | Payment Fee, Logistik | 12% – 20% |
| Lazada | 4,25% – 8% | Program Promo | 8% – 15% |
| TikTok Shop | 1% – 10% | Payment Fee, Logistik, Promo | 15% – 30% |
Dari tabel di atas terlihat bahwa biaya yang dibayarkan seller tidak hanya berasal dari komisi platform. Dalam banyak kasus, program promosi, iklan, dan biaya tambahan lainnya justru memberikan dampak lebih besar terhadap profit dibanding komisi dasar marketplace.
Ringkasan Biaya Marketplace Indonesia 2026
Berikut komponen biaya yang umum ditemukan pada berbagai marketplace di Indonesia.
| Komponen Biaya | Shopee | Tokopedia | Lazada | TikTok Shop |
|---|---|---|---|---|
| Komisi Dasar | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ |
| Biaya Transaksi | ✓ | ✓ | – | ✓ |
| Biaya Pre-Order | ✓ | ✓ | – | ✓ |
| Biaya Promo | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ |
| Biaya Logistik Tambahan | – | ✓ | – | ✓ |
| Biaya Iklan Marketplace | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ |
Jika Anda aktif mengikuti program promosi marketplace, total biaya yang dibayarkan biasanya akan lebih tinggi dibanding seller yang hanya menggunakan fitur dasar platform.
Biaya Seller Shopee
Shopee masih menjadi marketplace dengan basis pengguna yang sangat besar di Indonesia. Namun seller perlu memahami berbagai komponen biaya yang berlaku sebelum menghitung keuntungan bersih.
Komisi & Biaya Admin Dasar
Shopee menerapkan biaya admin berdasarkan kategori produk dan status toko.
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Komisi Dasar | 4,25% – 10% |
Kategori produk tertentu dapat memiliki tarif yang berbeda, terutama untuk seller dengan status Star Seller dan Shopee Mall.
Biaya Penanganan (Handling Fee)
Selain komisi, Shopee mengenakan biaya penanganan untuk setiap transaksi yang berhasil.
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Handling Fee | Rp1.250/transaksi |
Biaya Produk Pre-Order
Produk dengan sistem pre-order dikenakan biaya tambahan.
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Pre-Order Fee | 3% |
Biaya Program Promo
Seller yang mengikuti program Gratis Ongkir Xtra atau Cashback Xtra akan dikenakan biaya tambahan.
| Program | Biaya |
|---|---|
| Gratis Ongkir Xtra | 1,5% – 4% |
| Cashback Xtra | 1,5% – 4% |
Total Potongan Shopee
| Estimasi Total Potongan |
|---|
| 15% – 25% |
Artinya jika Anda menjual produk seharga Rp100.000, potongan yang dibayarkan ke marketplace dapat mencapai Rp15.000 hingga Rp25.000 tergantung program yang digunakan.
Biaya Seller Tokopedia
Tokopedia menerapkan sistem biaya yang cukup dinamis berdasarkan kategori produk dan fitur yang digunakan seller.
Biaya Layanan
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Biaya Layanan | 6,97% – 10% |
Biaya Pemrosesan Pembayaran
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Payment Processing Fee | Rp1.250/transaksi |
Biaya Produk Pre-Order
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Pre-Order Fee | 3% |
Biaya Logistik Tambahan
Sejak adanya penyesuaian kebijakan logistik, seller dapat dikenakan biaya tambahan berdasarkan berat dan jenis pengiriman.
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Logistik Tambahan | Rp1.000 – Rp3.000 |
Total Potongan Tokopedia
| Estimasi Total Potongan |
|---|
| 12% – 20% |
Meskipun terlihat lebih rendah dibanding Shopee, total biaya Tokopedia tetap perlu diperhitungkan ketika seller aktif menggunakan fitur promosi dan iklan.
Biaya Seller Lazada
Lazada dikenal memiliki struktur biaya yang relatif lebih sederhana dibanding beberapa marketplace lainnya.
Komisi Platform
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Komisi Dasar | 4,25% – 8% |
Program Promosi
Seller yang mengikuti program promosi Lazada akan dikenakan biaya tambahan.
| Program | Biaya |
|---|---|
| Seller Picks | 1,5% – 6% |
| Cashback Program | 1,5% – 6% |
Total Potongan Lazada
| Estimasi Total Potongan |
|---|
| 8% – 15% |
Dari sisi biaya, Lazada termasuk marketplace yang relatif kompetitif untuk beberapa kategori produk.
Biaya Seller TikTok Shop
TikTok Shop kini terintegrasi dengan sistem Tokopedia sehingga beberapa struktur biaya menjadi lebih mirip.
Biaya Komisi Platform
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Komisi Dasar | 1% – 10% |
Biaya Pemrosesan
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Payment Processing Fee | Rp1.250/transaksi |
Biaya Produk Pre-Order
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Pre-Order Fee | 3% |
Biaya Logistik Tambahan
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Logistik Tambahan | Rp1.000 – Rp3.000 |
Total Potongan TikTok Shop
| Estimasi Total Potongan |
|---|
| 15% – 30% |
Seller yang aktif menggunakan iklan TikTok dan program affiliate biasanya akan merasakan total potongan yang jauh lebih besar dibanding komisi dasar platform.
Baca juga: Potongan Marketplace Bisa Sampai 20–30%, Seller Masih Untung?
Simulasi Potongan Marketplace Berdasarkan Omzet
Banyak seller menganggap potongan marketplace terlihat kecil karena dihitung per transaksi. Namun dampaknya akan terasa ketika diakumulasikan berdasarkan omzet bulanan.
Jika Omzet Rp10 Juta/Bulan
| Persentase Potongan | Total Biaya |
|---|---|
| 15% | Rp1.500.000 |
| 20% | Rp2.000.000 |
| 25% | Rp2.500.000 |
Jika Omzet Rp50 Juta/Bulan
| Persentase Potongan | Total Biaya |
|---|---|
| 15% | Rp7.500.000 |
| 20% | Rp10.000.000 |
| 25% | Rp12.500.000 |
Jika Omzet Rp100 Juta/Bulan
| Persentase Potongan | Total Biaya |
|---|---|
| 15% | Rp15.000.000 |
| 20% | Rp20.000.000 |
| 25% | Rp25.000.000 |
Jika diakumulasikan selama satu tahun, biaya marketplace dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah tergantung omzet bisnis Anda.
Kalkulator Biaya Marketplace
Sebagian besar seller hanya menghitung biaya marketplace per transaksi. Padahal ketika dijumlahkan selama satu tahun, total biaya yang dibayarkan bisa menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam bisnis online.
Untuk mengetahui estimasi biaya marketplace berdasarkan omzet bisnis Anda, gunakan kalkulator yang telah kami sediakan.
Hitung sekarang, melalui kalkulator tersebut Anda dapat memperkirakan total biaya marketplace dan membandingkannya dengan alternatif channel penjualan lainnya.
Baca juga: Jualan di Marketplace Itu Seperti Ngontrak, Punya Website Itu Punya Rumah Sendiri
Website vs Marketplace: Mana yang Lebih Efisien?
Marketplace tetap menjadi channel yang efektif untuk mendapatkan pelanggan baru. Namun banyak bisnis mulai membangun website sendiri sebagai channel tambahan agar tidak bergantung pada satu platform.
| Faktor | Marketplace | Website Sendiri |
|---|---|---|
| Data Pelanggan | Terbatas | Milik Bisnis |
| Branding | Terbatas | Kontrol Penuh |
| Komisi Per Transaksi | Ada | Tidak Ada Komisi Marketplace |
| Repeat Order | Terbatas | Lebih Mudah |
| Ketergantungan Platform | Tinggi | Rendah |
| Aset Digital | Milik Platform | Milik Bisnis |
Karena itu banyak brand besar menjalankan strategi multi-channel, yaitu tetap memanfaatkan marketplace untuk akuisisi pelanggan sambil membangun website sebagai aset digital jangka panjang.
Kesimpulan
Marketplace masih menjadi salah satu channel penjualan paling efektif bagi bisnis online di Indonesia. Namun setiap platform memiliki struktur biaya yang berbeda mulai dari komisi dasar, biaya layanan, biaya transaksi, program promosi, hingga biaya logistik tambahan.
Berdasarkan data 2026, Lazada memiliki total potongan yang relatif lebih rendah dibanding platform lain. Sementara Shopee dan TikTok Shop memiliki potensi potongan yang lebih besar apabila seller aktif mengikuti program promosi, affiliate, dan iklan marketplace.
Memahami biaya marketplace bukan hanya membantu menghitung profit dengan lebih akurat, tetapi juga membantu menentukan strategi bisnis yang lebih efisien dalam jangka panjang.
Hitung Potensi Penghematan untuk Bisnis Anda
Ingin mengetahui berapa besar biaya marketplace yang sebenarnya Anda bayarkan setiap bulan?
Gunakan kalkulator efisiensi marketplace Jangkar untuk menghitung estimasi biaya berdasarkan omzet bisnis Anda dan melihat potensi penghematan yang bisa diperoleh melalui channel penjualan tambahan.
Ingin Memiliki Website Ecommerce Sendiri?
Banyak bisnis mulai membangun website sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada marketplace, memperkuat branding, dan memiliki aset digital jangka panjang.
✔️ Website & aset digital menjadi milik penuh klien setelah kontrak selesai
✔️ Dirancang untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang
✔️ Tidak bergantung pada marketplace atau platform pihak ketiga
Pelajari solusi ecommerce untuk bisnis Anda melalui halaman layanan Jangkar.
Baca juga: Kenapa Repeat Order Lebih Mudah Didapat Lewat Website Dibanding Marketplace?



